18 Februari 2011

Warga Boyolali Diduga Terpapar Virus Antraks

Warga Boyolali Diduga Terpapar Virus Antraks
Sejumlah warga di Dusun Tangkisan, Desa Karangmojo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, menderita sakit aneh dan diduga terkena suspect virus antraks yang bersumber dari daging sapi.

Kepala Desa Karangmojo, Moh Toha, di Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (18/2) mengatakan, ada sembilan warga di desa ini yang menderita bagian kulitnya muncul bintik bintik dan melepuh mengandung cairan, diduga mereka setelah menyantap daging sapi.

Menurut dia, lima dari sembilan warganya terpaksa harus menjalani perawatan di rumah sakit, dan empat orang lainya rawat jalan. Kelima orang itu, semula dirawat di RS Solo beberapa hari, kemudian dirujuk ke RS di Semarang.

Rujukan RS tersebut, kata dia, karena harus membutuhkan opservasi untuk mendeteksi virus yang menjangkit. Penderita saat dirawat RS, cairan di kulit semakin mengembang, mirip terkena luka bakar.

Menurut dia, peristiwa tersebut berawal dari seorang warga Desa Karangmojo, Ramelan, 50, yang membeli seekor sapi dari Pasar Karanggede, Boyolali, pada tanggal 8 Januari 2011. Sapi itu, sampai di rumah, kondisinya masih sehat. Namun, sapi tersebut lambat laun kesehatannya terganggu dan nafsu makannya berkurang. Sapi itu, kemudian mendadak roboh sekarat, sepekan yang lalu.

Pemilik sapi langsung memotongnya dan dagingnya dikemas plastik dan dijual kepada sejumlah tetangganya terutama warga RT 20 dan 21. Daging sapi itu, sebagian juga dimasak oleh pemiliknya. Namun, sebagian warga setelah makan daging sapi tersebut dua hari kemudian mengeluh pusing dan badan terasa demam. Setelah itu, pada kulit mereka muncul bintik bintik hingga akhirnya melepuh.

Menurut dia, lima warganya yang sakit tersebut dibawa ke RS Solo. Dari hasil pemeriksaan dokter, cairan di kulit pasien tersebut mengadung virus yang susah dideteksi. Mereka kemudian dirujuk ke RS di Semarang.

Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Peternakan, baik dari Pemkab Boyolali maupun Pemprov Jateng, melakukan pengecekan ke lokasi. Mereka kemudian mengambil sampel cairan dan darah warga setempat yang berobat jalan.

Kepala Disnakan Boyolali, Dwi Priyatmoko, saat dikonfirmasi membenarkan adanya petugas yang ke Tangkisan, Karangmojo. Petugas Disnakan itu, mengecek lokasi penyembelihan sapi. Namun, petugas tersebut mengalami kesulitan mendeteksi lantaran di

lokasi pemotongan sudah tidak ada bekasnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Boyolali Yulianto Prabowo mengatakan, pasien yang memiliki gejala penyakit tersebut bisa dikatakan suspect virus antraks. Namun, Yulianto belum bisa menjelaskan secara detail terkait pasien yang dirujuk ke RS Semarang, karena masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. (Ant/OL-2)